Ekobis  

Pedagang tempe tahu pasar Rajapolah mulai berdagang kembali setelah aksi mogok pengrajin tahu tempe tempo hari

LINTAS MEDIA-RAJAPOLAH, Imbas dari kelangkaan kacang kedelai sebagai bahan baku pembuatan tempe dan tahu berpengaruh terhadap harga bahan baku yang tersedia,padahal harga normal kedelai agar perajin dan pedagang punya keuntungan, harga normal kacang kedelai maksimal Rp 7.000 per kilogram.

Karena kelangkaan dan mahalnya kacang kedele ini,beberapa hari lalu para pengrajin dan pedagang tahu tempe di beberapa pabrik tempe tahu dan beberapa pasar di Tasikmalaya melakukan aksi mogok sehingga terdapat kelangkaan tempe tahu di beberapa pasar-pasar tradisional,kalaupun tempe tahu ada di beberapa kios,  konsumen terpaksa harus merogoh kocek yang agak dalam.

Kenaikan harga ini karena menyesuaikan dengan melambungnya harga kacang kedelai, maka terjadi kenaikan harga tahu dan tempe yang diproduksi.

Di hubungi oleh awak media mengenai kenaikan harga tahu tempe ini, Imin Muslimin sekretaris umum Himpunan Pengrajin tahu tempe Tasikmalaya (PHT2) mengatakan “Mau tidak mau kami harus menaikkan harga produksi, walau berdampak pada omzet penjualan,” katanya

Pedagang Tahu Tempe di Pasar Rajapolah mulai hari Senin (31/05) mulai berjualan kembali walaupun konsekwensinya dengan menaikan harga tahu tempe bervariatif antara Rp 500 sampai Rp 2.000 per bungkus, atau tergantung ukuran.

Harga tahu ukuran kecil semula dijual Rp 2.500 menjadi Rp 3.000 per bungkus,ukuran besar Rp 4.500 naik jadi Rp 5.000 per bungkus,tempe ukuran kecil semula Rp 4.500 naik jadi Rp 5.000 dan tempe ukuran besar Rp 8.000 naik menjadi Rp 10 ribu.

Namun dibeberapa kios masih ada yang menjual tempe tahu dengan harga normal, Agus (40) salah seorang pedagang mengatakan, sengaja ia belum menaikan harga karena ia yakin kelangkaan bahan baku ini tidak akan bertahan lama, Agus pun mengatakan “tidak apa-apa saya tidak menaikan harga, soalnya ini tidak akan bertahan lama, tidak apa-apa ambil untung dikit yang penting berkah, kasian juga konsumen saya yang kebanyakan pedagang kecil di kampung” imbuhnya

Di tempat yang sama, Mimin (37) seorang pembeli dari calingcing saat ditanyai mengenai kenaikan harga tempe tahu ini oleh medialintaspp.com mengatakan “sebenarnya agak keberatan juga dengan kenaikan ini,karena imbasnya saya pun harus ikut menaikan harga jual saya kepada konsumen di kampung saya,tapi Alhamdulillah meskipun agak mahal yang penting mah barangnya ada,karena tempe tahu ini sudah menjadi makanan pokok masyarakat” imbuhnya.

Pedagang tahu tempe di pasar Rajapolah berharap bahwa stock kesediaan kacang kedelai sebagai bahan baku pokok tahu tempe selalu berada dalam stock aman sehingga berpengaruh terhadap harga untuk mempertahankan daya beli masyarakat.

Penulis: Fajar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.