News  

Jumlah Terkonfirmasi Covid-19 di Desa Sariwangi Bertambah

SARIWANGI – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Desa/Kecamatan Sariwangi terus bertambah menjadi 32 orang warga hasil dua kali pelaksanaan rapid test antigen yang dilaksanakan Satgas Covid-19 kecamatan.

Warga yang terpapar Covid-19 tersebut bahkan semakin meluas. Dari awalnya berada di dua kampung, kini menyebar ke tiga kampung yakni Bojongpetir, Kertasari dan Pacet di Desa/Kecamatan Sariwangi.

Kepala Bidang (Kabid) Penanganan dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Atang Sumardi mengatakan, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kecamatan Sariwangi sudah dilaksanakan kontak tracking dan swab terhadap 112 warga oleh Puskesmas.

“Sebanyak 32 orang reaktif positif Covid-19 rapid test antigen. Dari total kasus Covid-19 di Kecamatan Sariwangi ini sudah mencapai 525 kasus terkonfirmasi positif. Dan di Sariwangi ini kasus Covid-19 yang pertama kali muncul April 2020 lalu,” ungkap Atang, Rabu (16/6/2021).

Menurut Atang, untuk penanganan kasus lonjakan terpapar Covid-19 di Sariwangi ini, dari Satgas DKPP meminta agar Satgas Covid-19 di kecamatan, baik itu camat, danramil, Polsek dan Puskesmas tetap waspada.

“Jadi harus dipetakan RT mana saja yang harus istilah PPKM mikro, agar tidak terjadi penularan yang lebih meluas ke wilayah lainnya,” kata Atang.

Atang mengungkapkan, bahwa saat ini terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang signifikan di kota/kabupaten di Jawa Barat. Termasuk di Kabupaten Tasikmalaya.

“Terlihat di board Puskesmas dan rumah sakit sudah tinggi jumlah kasus pasien terpapar Covid-19. Bahkan menurut informasi di RSUD SMC sudah tidak menerima pasien Covid-19 lagi, karena sudah penuh,” jelas Atang.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sariwangi Dungani mengatakan, tindak lanjut penanganan kasus Covid-19 di Kecamatan Sariwangi ini, setiap waktu dijadwalkan dan menerapkan protokol kesehatan.

“Sebetulnya dari awal juga sudah melakukan sosialisasi sebelum munculnya kasus Covid-19 dan Swab ini. Pernah diadakan rapat, ada PPKM ini berhenti, dan fungsi RT Siaga dikembalikan ke dusun RT/RW yang di kampungnya masing-masing,” papar Dungani.

Kemudian, lanjut Dungani,, masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 hasil rapid antigen itu sudah isolasi mandiri dengan protokol kesehatan.

“Kalau yang dirawat di RSUD SMC itu ada satu orang,” terang Dungani.

Dungani menambahkan, akan melakukan rapat bersama Satgas Covid-19 kecamatan dan desa. Ketika harus ada PPKM mikro siap menjalankannya sesuai protokol kesehatan dengan disosialisasikan kembali kepada masyarakat.

Penulis: Irfan WEditor: Fajar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.