News  

Pemdes Rajamandala komitment Perangi Covid-19

Lintas Media – Status kabupaten Tasikmalaya meskipun tidak masuk zona merah penyebaran covid-19, namun kasus penyebaran covid-19 lumayan cukup mengkhawatirkan, ini di tandai dengan banyaknya kasus penderita covid-19 yang terkomfirmasi baik dalam status perawatan,isolasi maupun yang meninggal.

Tidak terkecuali Perkembangan update data Covid-19 di Desa Rajamandala Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya tercatat sampai hari ini kamis, 8 Juli 2021 terkonfirmasi ada 30 orang penduduk Rajamandala yang dinyatakan terpapar covid-19 dan 1 orang meninggal dunia.

Kepala Desa Rajamandala Enjang Jalaludin ketika di hubungi via WA mengatakan kepada lintas media

“Pemdes terus berupaya memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini dengan terus melakukan edukasi kepada masyarakat dan memaksimalkan peran RT siaga di lingkungan masing-masing, diantaranya dengan penyemprotan disinsfektan di tempat-tempat ibadah, sarana umum dan bersih-bersih lingkungan sekitar,” imbuhnya.

Untuk perkembangan covid-19 di wilayah Rajamandala kasus per 8 Juii 2021 yaitu terkonfirmasi 30 orang,terdiri dari pasien aktif 16 orang dan sedang menjalani isolasi mandiri,dinyatakan sembuh 14 orang dan meninggal 1 orang

Sementara itu kata Enjang, untuk pemetaan sebaran covid – 19 wilayah Desa Rajamandala update perkampung adalah zona hijau 18 RT, zona kuning 5 RT, zona orange 0 dan zona merah 0

Salah satu warga yang enggan di sebut namanya dan sedang menjalani isolasi mandiri mengatakan kepada awak media.

“Awalnya saya mengalami keluhan sakit lambung dan lalu berobat ke sebuah klinik, saat itu saya membutuhkan perawatan karena kondisi sudah benar-benar sakit,saya minta di rawat, meskipun pada awalnya ada penolakan rawat inap dari pihak klinik dengan alasan lagi ada sterilisasi, karena saya memaksa akhirnya di perbolehkan dengan syarat harus di swab. Hasil swab menunjukan bahwa saya reaktif dan harus di rawat sesuai standar pasien covid-19,Alhamdulillah setelah empat hari di rawat saya di perbolehkan pulang untuk menjalani isolasi mandiri selama 14 hari,saya memakai KIS namun tetap harus bayar” katanya

Mengetahui ada warga nya yang terpapar covid-19,Enjang Jalaludin beserta stap, babinkamtibmas dan babinsa Rajamdala dengan sigap mengunjungi warganya dan memberikan sembako untuk bekal selama isolasi mandiri serta memasang stiker merah di rumah warga yang sedang menjalani isolasi mandiri tersebut.

Sembako yang diberikan berupa beras, mie instan, telur, buah-buahan dan Enervonce multi vitamin.
Dengan bantuan ini Enjang berharap bisa mengurangi beban hidup warganya yang positif selama menjalani isolasi mandiri ini.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih mempertegas protokoler kesehatan dengan menerapkan 5M, mengingat situasi covid yang masih meningkat dan sudah banyak yg meninggal dunia..semoga kita semua senantiasa ada dalam lindungan Allah SWT, dan wabah covid ini segera berlalu.. Aamiin,” pungkas Enjang.

Penulis: Fajar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.