News  

Perusahaan Manufaktur di denda 15 juta karena mempekerjakan 4000 karyawan di masa PPKM

Lintas Media – Penerapan PPKM dilaksanakan secara tegas oleh satuan satgas, bukan hanya menyasar para pedagang yang masih melayani pelanggan di tempat, pengguna kendaraan araupun kerumunan lainnya, tetapi dilakukan juga sidak terhadap perusahaan-perusahaan besar.

Baru-baru ini Satgas covid-19 Karawang menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp15 juta kepada perusahaan manufaktur yang melanggar aturan PPKM Darurat. Perusahaan tersebut secara terang-terangan mempekerjakan 4.000 karyawan dalam satu shift sehingga menyebabkan kerumunan.

“Kami menemukan fakta terjadi pelanggaran aturan PPKM darurat di perusahaan manufaktur tersebut sehingga kami menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp15 juta. Kami juga meminta mereka untuk memperbaiki kekurangannya seperti membentuk satgas Covid-19 dan fasilitas yang mendukung pencegahan penyebaran Covid-19 di dalam perusahaan,” kata Wakil Ketua Satgas Covid-19, Letkol Inf Medi Hario Wibowo, Jumat (9/7/21),

Satgas PPKM gabungan ini melakukan sidak bersama dipimpin oleh Bupati Karawang Cellica Nurachadiana bersama Dandim 0604 Karawang Letkol Inf Medi Hario Wibowo, Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama, Kasi Intel Kejari Karawang, Tohom Hasiholan.

Perusahaan Manufaktur yang berlokasi di  kawasan industri Karawang Industri Mitra (KIM) Karawang melanggar aturan PPKM Darurat yang tercantum dalam Instruksi Mendagri No. 18/2021, Perda Jabar No. 5/2021 dan Surat Edaran Bupati Karawang, yaitu ketentuan industri esensial, bagian produksi 50 persen dan bagian staf/perkantoran 10 persen.

Sanksi denda 15 juta ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi perusahaan tersebut dan perusahaan industri lainnya di Karawang agar patuh dengan aturan PPKM Darurat.

Pelaksanaan Sidak dilakukan setiap hari selama pelaksanaan PPKM Darurat berakhir.

“Kami terus memantau pelaksanaan PPKM darurat di Karawang. Bukan hanya di wilayah perkotaan, namun sampai ke sejumlah kecamatan yang rawan pelanggaran PPKM Darurat,” ucapnya.

Penulis: AdnEditor: Fajar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.