News  

Aksi Bela HRS di Kejaksaan Negeri Tasikmalaya Berujung Ricuh, beberapa Kendaraan Polisi dirusak massa

Lintas Media, Tasikmalaya – Buntut dari putusan Vonis kepada HRS ternyata berbuntut panjang, di Kabupaten Tasikmalaya puluhan massa yang mengatasnamakan Gerakan Laskar Santri Salafy Tasikmalaya (GELAS) melakukan aksi di depan Kantor Kejaksaan Kabupaten Tasikmalaya,senin (12/7/21 ) menuntut agar Rizieq Shihab dibebaskan dari Hukuman

Pada awalnya aksi berjalan tertib dengan melakukan orasi di depan Kejaksaan.
Apoy salah satu peserta aksi dalam orasinya menyatakan bahwa tuntutan aksi massa meminta Habib Riziek di bebaskan
” Kami atas nama santri tidak ridlo apabila imam besar kami di vonis kurungan 4 tahun penjara, dimana keadilan,” imbuhnya.

“Saya meminta Kepala Kejaksaan Negeri Tasikmalaya untuk keluar menemui kami dan menyatakan pernyataan sikap yang sudah saya buat,” lanjutnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Tasikmalaya M. Syarif,SH,MH menyatakan
“Bahwa itu adalah putusan Pengadilan negeri dan bahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), sudah meringankan vonis bagi Riziek dari 6 tahun penjara menjadi 4 tahun penjara,” ujarnya.

“Untuk pernyataan sikap, itu bukan ranah saya tetapi itu ranah Pengadilan Negeri Jakarta, maka dari itu saya tidak bisa membacakan surat pernyataan sikap dan menandatanganinya,” pungkasnya.

“Mereka datang ke Kejaksaan untuk sampaikan tuntutan pembebasan HRS. Tapi kan itu wewenang pengadilan bukan di kita”, Ujar Muhammad syarif, Kepala Kejaksaan Negeri Tasikmalaya di kantornya.

Aksi yang tadinya berjalan baik tetapi pada akhirnya berujung ricuh, massa berusaha menerobos masuk ke kantor Kejaksaan dengan berupaya merobohkan pagar gerbang. Akhirnya bentrokan dengan aparat pun tidak bisa dihindari,terjadi kericuhan dari peserta aksi dengan berujung pengrusakan tiga buah kendaraan polisi yang diparkir di depan kantor Kejaksaan.

Peristiwa pengrusakan kendaraan polisi tersebut sangat disayangkan tokoh agama yang juga pendukung habib riziq sihab KH.Sopyan Ansori Pada awal aksi, pihaknya meminta agar massa tidak merusak fasilitas.

“Saya sayangkan ada aksi pengrusakan fasilitas dan
dari awal saya minta kalau mau turun jangan merusak apapun yang berkaitan dengan fasilitas.
Kebetulan saya tidak ikut karena kurang sehat”, Ucap KH. Sopyan Anshori, Pemuka agama pendukung HRS.

Di tempat berbeda, Ketua Nahdatul Ulama Kabupaten Tasikmalaya KH. Atam Rustam bersama sejumlah ormas islam kabupaten Tasikmalaya berdatangan ke Markas Kepolisian Resor Tasikmalaya memberi dukungan terhadap penegakan hukum terkait aksi anarkisme yang dilakukan oleh para oknum unjuk rasa pada hari senin (12/07/2021), di Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya.

Buntut dari kericuhan ini, Polisi mengamankan 31 orang masa yang berlaku anarkis,dan barang bukti yang diamankan berupa sepeda motor,kendaraan Polisi yang rusak dan video pengrusakan hingga batu.

“Kami amankan 31 orang mayoritas anak-anak sekitar 18 orang. Mereka masih jalani pemeriksaan anggota.”Kata AKBP Rimsyahtono.

Penulis: AripEditor: Fajar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.