News  

Covid-19 Meningkat Pemerintah Berencana Memperpanjang PPKM Darurat Hingga Enam Minggu

Lintas Media Jakarta – Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan bahwa jumlah penambahan pasien Covid-19 baru, mencapai 40.427 kasus pada hari ini, Senin (12/7/2021). Penambahan kasus baru ini menjadi rekor baru sejak awal pandemi Covid-19.

Berdasarkan data terbaru Satgas Covid-19, kenaikan kasus positif tersebut menjadikan angka terkonfirmasi secara akumulasi mencapai 2.567.630 orang. Pada saat yang sama, jumlah pasien yang meninggal dunia karena Covid-19 mencapai 891 kasus sehingga totalnya menjadi 67.355 kasus.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyebut pemerintah membuka peluang memperpanjang Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat. Rencana ini bakal dilaksanakan jika kasus Covid terus meningkat dan belum terkendali.

“Perpanjangan kebijakan maupun penerapan kebijakan lain bukan tidak mungkin dilakukan demi keselamatan dan kesehatan masyarakat secara luas,” kata juru bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers daring, Selasa, 13 Juli 2021.

Wiku mengakui, kasus harian terus melonjak hingga hari ke-11 pelaksanaan PPKM Darurat. Pada Selasa, 13 Juli 2021, ada 47.899 pasien, tertinggi selama pandemi.

Rencana memperpanjang PPKM Darurat Jawa-Bali ini sebelumya sempat diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Ia menyebut PPKM akan diperpanjang hingga enam minggu sebagai upaya  untuk menurunkan angka penyebaran kasus Covid-19.

“PPKM darurat selama 4-6 minggu dijalankan untuk menahan penyebaran kasus Covid-19. Mobilitas masyarakat diharapkan menurun signifikan,” kata Sri Mulyani saat Rapat Kerja bersama dengan Badan Anggaran DPR RI, Senin (12/7/21).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga mengungkapkan bahwa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Darurat bakal diperpanjang hingga 6 minggu guna menurunkan angka kasus Covid-19.

Dia mengatakan risiko pandemi Covid-19 di Indonesia masih tinggi, terlebih dengan munculnya varian delta. Penerapan PPKM darurat  diharapkan dapat menurunkan mobilitas masyarakat.

Oleh karena itu, Sri Mulyani menyampaikan belanja APBN akan terus diperkuat untuk merespon dampak negatif peningkatan kasus Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia.

Penulis: AntaraEditor: Fajar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.