News  

Penerima PKH Di Salopa Mundur Di Tengah Kesulitan Masa Pandemi

LINTAS MEDIA,Kab. Tasikmalaya – Merasa sudah bisa hidup mandiri,warga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Dusun Anjung RT.02 RW.04 Desa Tanjungsari Kecamatan Salopa Kabupaten Tasikmalaya memilih mundur. Meski begitu, warga tersebut berharap jatah darinya dialihkan ke masyarakat yang sangat membutuhkan.

Warga yang memutuskan mengakhiri menerima bantuan PKH tersebut adalah Juhronah (60),dia mengakui, bahwa program tersebut sangat membantunya sebelum masa Pandemi Covid-19 apalagi dengan jumlah tanggungan sebanyak empat orang.


“Alhamdulillah selama saya menjadi penerima manfaat program PKH,kehidupan saya dan keluarga sangat terbantu,sekali menerima dana PKH,saya dapat Rp1 juta bahkan lebih. Dana yang diterima per tiga bulan itu saya manfaatkan untuk kepentingan sekolah anak saya dan sisa nya untuk nambah-nambah kebutuhan dapur.” Ungkapnya

Juhronah masuk dalam daftar PKH sejak beberapa tahun lalu. Saat itu kondisi Juhronah masuk kategori layak sebagai penerima program PKH.
Selain menambah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ia pun sangat terbantu untuk biaya sekolah anak-anaknya.

“Saat ini saya minta mundur dan tidak mau lagi terima bantuan PKH,karena saat ini ekonomi saya sudah mulai membaik,Alhamdulillah kalau untuk beras mah saya tidak perlu beli karena saya mengolah sawah,dan saya merasa lebih barokah sekarang dibanding saya sewaktu menjadi penerima PKH” katanya.

Juhronah mengungkapkan pengunduran dirinya sebagai penerima manfaat PKH tersebut semata-mata karena sudah merasa cukup mandiri serta melihat warga lainnya yang betul-betul susah secara ekonomi apalagi di masa pandemi sekarang ini,harapannya jatah dirinya bisa diberikan kepada warga lain yang lebih layak.

“Karena saya liat ada juga sebagian yang mampu, tapi tetap terima PKH,” imbuhnya.

Sementara itu salah seorang aparat Desa Tanjungsari,Iwan (40) sangat mengapresiasi keputusan juhronan untuk mundur sebagai penerima manfaat PKH dengan alasan karena sudah mampu mandiri tanpa harus ada bantuan pemerintah.

“Saya sangat mengapresiasi dan menghargai keputusan ibu Juhronah ini,semata ini di dorong oleh rasa kepedulian dan empati kepada warga lainnya yang benar-benar membutuhkan,ternyata di jaman serba sulit ini masih ada warga yang empati terhadap warga lainnya.”

Ungkap Iwan saat di hubungi oleh Lintas Media, Senin (2/8/21).

Menurut Iwan yang juga seorang Aparat Desa Tanjungsari ini mengakui sudah ada beberapa penerima manfaat yang berencana mundur dari proram ini dengan alasan sudah bisa mandiri dan melihat banyak warga lain yang sangat benar-benar membutuhkan program PKH.

PKH merupakan Program yang dilaksanakan oleh Kementerian Sosial untuk membantu mengentasi kemiskinan. Tujuan utama PKH adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia terutama bidang pendidikan dan kesehatan pada kelompok keluarga miskin.

PKH adalah program yang telah dicanangkan sejak sejak tahun 2007. Penerima PKH adalah keluarga miskin dengan kriteria yang telah ditentukan.
PKH adalah bantuan yang membantu keluarga miskin memiliki akses dan memanfaatkan pelayanan sosial dasar kesehatan, pendidikan, pangan dan gizi,perawatan, dan pendampingan.

Supported By :



Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif