News  

Menanti Revitalisasi Pasar Singaparna Dan Kelanjutan Pasar Cilampunghilir??

LINTAS MEDIA,Kab.Tasikmalaya – Berdasarkan Undang-Undang No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, untuk memperkuat peran pasar rakyat dalam perekonomian suatu daerah, Pemerintah Pusat bekerja sama dengan Pemerintah Daerah melakukan pembangunan, pemberdayaan, dan peningkatan kualitas pengelolaan pasar rakyat.

Manfaat pasar sesuai dengan UU ini adalah sebagai sarana distribusi dan memperlancar proses penyaluran barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Pasar juga bermanfaat mempertemukan penjual dan pembeli.  Selain itu pasar juga sebagai sarana promosi yang menjadi tempat memperkenalkan dan menginformasikan suatu barang atau jasa pada konsumen.

Sedangkan pasar juga mempunyai tujuan yang sangat penting yaitu membantu memperlancar penjualan hasil produksi dan memudahkan memperoleh barang atau jasa yang dibutuhkan serta membantu menyediakan segala macam barang dan jasa sehingga pungsi pasar ini memberikan dampak terhadap perekonomian dan kemajuan suatu daerah

Sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Tasikmalaya saat ini kondisinya cukup memprihatinkan. Selain terkesan kumuh, bangunannya pun rata-rata telah berumur belasan tahun. Idealnya harus ada perbaikan untuk mendongkrak kembali daya tarik pasar tradisional.

Dari data yang ada, di Kabupaten Tasikmalaya diketahui terdapat lima pasar besar yang berada di bawah naungan Pemkab Tasikmalaya dan 51 pasar desa. Biasanya dalam satu tahun, Pemkab Tasikmalaya bisa mendapatkan alokasi anggaran revitalisasi pasar desa satu atau dua buah. Akan tetapi di dua tahun ini tidak muncul dan diduga masih terdampak pandemi covid-19.

Pemindahan Pasar Singaparna sudah menggelembung sejak beberapa tahun lalu. Namun hingga saat ini, rencana pemindahan itu pun belum juga terlaksana. Jangankan pembangunan fisik bangunan untuk pasar pembebasan lahan pun belum sepenuhnya dilaksanakan.

Rencananya, lahan yang akan digunakan untuk pasar berada di Desa Cilampung hilir Kecamatan Padakembang. Hingga saat ini, setidaknya sudah 6 haktare lahan dibebaskan. Lahan itu belum termasuk lahan untuk jalan masuk ke area pasar dari jalan Ciawi-Singaparna.

Mandegnya perpindahan pasar Singaparna ke Cilampunghilir ini mendapat tanggapan Ketua Komisi 2 DPRD Kab. Tasikmalaya dari Fraksi PPP, M. Hidayat,SE.
Saat di temui di ruang kerja komisi 2 mengatakan

“Berbicara mengenai pemulihan ekonomi,harus berbanding lurus dengan kebijakan pemerintah,bahwa pemulihan ekonomi itu harus betul-betul di perhatikan pasca Pandemi Covid-19,yaitu pemberdayaan masyarakat. Untuk mendorong ke arah itu salah satunya adalah UMKM,pedagang kecil,pedagang menengah. Dan itu semua berbicara mengenai pemasaran atau pasar.” Ungkapnya

“Salah satu pendorong peningkatan perekonomian di kabupaten Tasikmalaya salah satunya adalah secepatnya merealisasi revitalisasi atau pemindahan pasar Singaparna dengan status pasar induk,karena dengan kondisi sekarang ini sangat begitu miris,di sisi lain Singaparna adalah cermin atau etalase kabupaten tetapi di sisi lain kondisi nya yang seolah tidak tertata,kalau hujan pasti banjir dan permasalahan sampah yang mengganggu keindahan dan kenyamanan ibu kota kabupaten ini.” Sambungnya

Relokasi Pasar Singaparna ke Desa Cilampung Hilir, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, setidaknya membutuhkan anggaran senilai Rp120 miliar.

“Sampai hari ini tidak ada prestise yang bisa di banggakan,kalau penataan pemindahan pasar Singaparna saja tidak selesai-selesai.”

“Kita dari Komisi 2 DPRD Kab. Tasikmalaya mendorong pemerintah untuk secepatnya merealisasi kan perencanaan ini,karena ini sudah di alokasikan untuk revitalisasi atau pemindahan pasar Singaparna ke cilampung hilir.” Tegas M. Hidayat.

Dengan semangat untuk sama-sama memajukan kabupaten Tasikmalaya,penataan pasar sebagai pusat perekonomian harus mendapat perhatian khusus,apalagi pemulihan ekonomi pasca Pandemi Covid-19 merupakan hal yang sangat urgent.
Adapun dinas terkait yang berperan dalam realisasi pasar cilampunghilir ini adalah Indag,Dishub,PUPR dan LH harus bersinergi membangung komunikasi yang kuat.

“Kita memahami situasi hari ini,di saat Pandemi dengan banyak nya anggaran yang di focuskan kepada penanganan Covid-19,dengan keterbatasan anggaran realisai revitalisasi dan pemindahan pasar akan mengalami kendala,tetapi ini tidak berarti kita harus melupakan konsep awal,kami percaya di bawah kepemimpinan Bupati sekarang hal ini bisa terealisasikan.” Pungkasnya

Supported By :



Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *