News  

Pawai Obor Menyambut 10 Muharam Dan Syukuran Kemerdekaan RI Puluhan Warga Sukajadi Berkeliling Rajapolah

LINTAS MEDIA,Rajapolah – Puluhan warga kampung Sukajadi Desa Manggungjaya Kecamatan Rajapolah menggelar pawai obor untuk menyambut 10 Muharram 1443 Hijriah atau bertepatan 19 Agustus 2021, Rabu (18/8/21) malam.

Para peserta pawai berjalan kaki kurang lebih 3 Kilometer melewati Kp.Ciberekah,Kp.Pasanggrahan,Kebon kalapa,kaum Rajapolah dan kembali ke Kampung Sukajadi.


Kalimat tahlil dan sholawat atas Nabi Muhammad SAW terus dikumandangkan sepanjang pawai berlangsung sambil membawa obor minyak.

“Obor itu terbuat dari bambu, sumbunya dari kain, menggunakan minyak tanah. Kegiatan ini diadakan untuk menyambut 10 Muharram tahun 2021 sekaligus sebagai rasa syukur di hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76,” kata Nandar salah seorang peserta pawai Obor.

Ia menyebut, pawai obor menyambut 10 Muharram ini baru pertama kali ia ikuti. Nandar mengaku sangat senang mengikuti kegiatan ini.

“Ini ada pesan moral. Kita mengajak masyarakat untuk hijrah dari alam kegelapan menuju alam penuh cahaya,” ucapnya

Kegiatan ini diikuti puluhan peserta yang berasal dari dari warga Sukajadi dan warga sekitar serta di ikuti oleh beberapa komunitas kepemudaan.

Salah seorang tokoh Agama kampung Sukajadi mengatakan bahwa Pawai obor digelarenjelanh pada 10 Muharram atau Hari Asyuro lantaran di bulan tersebut banyak peristiwa-peristiwa penting yang dialami para nabi dalam agama islam,contohnya, pada 10 Muharram diampuninya dosa Nabi Adam AS. Ada pula Nabi Sulaiman yang diangkat kerajaannya, Nabis Isa AS diangakat ke langit oleh Allah SWT, serta Nabi Muhammad SAW diampuni dosannya baik di awal dan akhir.

“Jadi momen 10 Muharram ini, adalah momen agung bagi agama Islam. Harapan kami, dengan adanya kegiatan seperti ini, para generasi muda umat Islam bisa mengerti akan sejarah agamanya,selain itu bertepatan dengan hari kemerdekaan RI,jadi ini merupakan bentuk syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah di raih,walaupun saat ini bangsa kita di rundung oleh Pandemi Covid-19 yang masih menghantui kita” terang guru ngaji pada sebuah madrasah ini.

Melalui kegiatan pawai obor diharapkan moment 10 Muharram bisa menjadi budaya bagi kaum muda yang ada di Kampung Sukajadi Desa Manggungjaya, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya.

“Harapannya generasi muda, khususnya yang masih anak-anak bisa ingat dengan 10 Muharram. Pasalnya saat ini, 10 Muharram sudah mulai dilupakan,” jelasnya.

Sementara peserta pawai obor, Gibran (9) mengaku senang mengikuti pawai obor. Selain bisa shalawat bersama, dengan teman-temanya. Dirinya akhirnya mengerti, apa makna dari 10 Muharram. “Senang bisa ikut pawai obor, tadi keliling kampung bersama teman-teman dan kakak-kakak yang lainnya,” kata murid SD kelas 3 ini.

Supported By :





Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif