News  

Sang Inisiator Kampung Keluarga Berencana ( KKB ) Dari Rajapolah

LINTAS MEDIA,Tasikmalaya – Mendengar istilah “Kampung″, kesan yang muncul di pikiran kita pasti akan tertuju pada suatu tempat hunian dari sekumpulan orang atau keluarga dengan segala keterbelakangan, keterbatasan, tertinggal, kolot, kumuh, terpencil, dan beberapa sebutan lainnya yang terkait dengan kampung.

Memang tidak dapat kita pungkiri, bahwa kampung sangat identik dengan istilah-istilah seperti itu, begitu juga halnya dengan istilah Kampung KB yang menjadi icon dan cukup populer tidak hanya dikalangan para pengelola program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKB-PK) dalam hal ini BkkbN, akan tetapi juga banyak diperbincangkan oleh lembaga-lembaga departemen ataupun non-departemen mulai dari tingkat daerah sampai ketingkat pusat.

Sejak Kampung KB ini dicanangkan oleh Bapak Presiden RI (Ir.Joko Widodo) pada bulan januari 2016, bahwa Kampung KB ini banyak diperbincangkan oleh masyarakat mulai dari kalangan bawah, menengah sampai kepada masyarakat kalangan elit, dan bahkan tulisan-tulisan mengenai kampung KB banyak mengisi kolom-kolom pemberitaan di media massa (surat kabar, majalah, tabloid) dan bahkan menjadi pemberitaan yang cukup hangat dan populer di media-media elektronik.

Secara umum, tujuan dibentuknya Kampung KB ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sektor terkait lainnya dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas. Sedangkan secara khusus, Kampung KB ini dibentuk selain untuk meningkatkan peran serta pemerintah, lembaga non pemerintah dan swasta dalam memfasilitasi, mendampingi dan membina masyarakat untuk menyelenggarakan program KKBPK dan pembangunan sektor terkait, juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pembangunan berwawasan kependudukan.

Berbicara Kampung KB maka tidak bisa di pisahkan dari sosok Bapak Ade Aripin (72),beliau adalah sang pelopor dan inisiator program kampung KB ini.

Pensiunan pegawai BKKBN ini mulai dari tahun 2009 merintis program kampung KB dengan mendirikan Kampung Keluarga Berencana Pandan I. Dengan program dan konsepnya beliau berhasil menciptakan sebuah kampung yang tadinya tertinggal menjadi sejahtera dengan menerapkan metode pemanpaatan halaman rumah menjadi lahan produktif,pemberdayaan ibu-ibu dan penyuluhan-penyuluhan mengenai program KB,sehingga dengan keberhasilannya ini, kampung sukarasa menjadi raw model konsep pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan dalam program Kampung KB.

Di masa pensiunnya dan di usia senjanya kini yang sudah menginjak umur 72 tahun, Pak Ade Aripin masih kelihatan segar,energik dan sesekali masih mendapat undangan dari kelompok pemberdayaan maupun dari Pengurus Kampung KB yang ada di wilayah Kab. Tasikmalaya.

“Dimasa tua saya ini,ingin selalu memberikan kontribusi terutama bagi peningkatan kesejahteraan keluarga berencana melalui program-program berbasis pemanpaatna potensi sekitar.” Ungkap Ade Arifin saat di temui di rumahnya di kampung sukarasa,Rabu (22/9/21).

Sudah banyak penghargaan-penghargaan yang beliau terima dari pemerintah maupun dari pihak lainnya,Pak Ade Aripin pernah di undang oleh Gubernur Jawa Barat,Para Pejabat, Pernah di undang juga oleh Presiden Jokowi.
Kampung Sukarasa banyak menerima kunjungan-kunjungan dari instansi pemerintah dan lembaga-lembaga lainnya dan beliau juga banyak di undang sebagai pembicara dalam berbagai pertemuan, seminar-seminar maupun diskusi tentang program KB dan KKB.

(Nandang/LintasMedia)

Supported By :

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.