News  

Pengumuman Kelulusan PPPK Guru Tahap I Sudah Bisa Di Ketahui Anggota DPRRI Prihatin

LINTAS MEDIA,Jakarta – Pengumuman kelulusan PPPK guru tahap I di sebagian daerah sudah bisa dilihat hasilnya. Di antaranya di Lombok, Jakarta, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan, Yogyakarta, dan daerah lainnya.

Susi Maryani mengungkapkan rasa syukurnya karena akhirnya dinyatakan lulus setelah ada tambahan afirmasi 10 persen sesuai KepmenPAN-RB 1169 tahun 2021.

“Alhamdulillah saya lulus,” kata Susi kepada media, Jumat (8/10/2021).

Dia menangis karena sebelum ada kebijakan tambahan afirmasi berupa penurunan passing grade kompetensi teknis, dia tidak lulus. Begitu ada kebijakan baru, akhirnya dia bisa lulus.

Rasa gembira juga disampaikan Nur Baitih,guru honorer yang sudah lama mengabdi, dia dinyatakan lulus PPPK guru tahap I.

“Alhamdulillah saya lulus, doa anak dan ibu saya terkabul,” ucapnya.

Nur Baitih lulus seleksi dengan menggunakan KepmenPAN-RB 1127/2021. Sebelum ada kebijakan baru nilainya sudah melampaui passing grade.

Meski begitu dia sempat galau karena khawatir dengan kebijakan baru dia akan tersingkir. Sama halnya dengan Sigit Purwo Nugroho. Sigit sebenarnya sudah lulus saat tes menggunakan passing grade lama.

“Saya sejak awal sudah yakin lulus karena formasi di sekolah saya hanya satu dan saya sendiri pesertanya,” terangnya.

Apalagi ada banyak temannya yang ternyata lulus setelah ada kebijakan baru berupa penurunan passing grade kompetensi teknis yang tertuang dalam KepmenPAN-RB 1169 tahun 2021

Dibalik keberhasilan beberapa guru yang lolos PPPK guru tahap I, ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengungkapkan kekecewaannya karena melihat hasil kelulusan PPPK guru tahap I tidak sesuai dengan yang di harapkan karena dirasa hasil seleksinya dinilai belum mencerminkan semangat mengafirmasi guru honorer.

“Kami hanya mengapresiasi kenaikan jumlah guru honorer yang lulus dari 94 ribu menjadi 173 ribuan,” kata Syaiful Huda, Sabtu (9/10/2021).

Itu pun, lanjutnya, bukan karena keinginan murni pemerintah tetapi atas desakan guru honorer dan Komisi X DPR RI.

Jadi semangat berpihak dan mengafirmasi masih belum full dari pemerintah.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyebutkan empat alasan yang membuat pihaknya kecewa, yaitu:

Belum memenuhi harapan guru honorer karena Komisi X sejak awal sudah mengajukan dua skema yaitu penurunan passing grade dan peningkatan nilai afirmasi.

Di dalam KepmenPAN-RB 1169 tahun 2021 ini semangatnya hanya menurunkan passing grade. Tidak meningkatkan nilai afirmasi.

“Jadi belum menjawab harapan guru honorer dan Komisi X. Saya tidak puas,” tegasnya.

Semangat Komisi X sejak awal mengafirmasi penuh guru di atas 50 tahun.
Ini sebagai penghormatan dan penghargaan atas pengabdian mereka.

Namun, KepmenPAN-RB 1169 tahun 2021 ini belum mengafirmasi penuh guru honorer yang sudah lanjut usia

Risiko tidak ada peningkatan afirmasi masih menimbulkan pertanyaan apakah ini sudah mendekatkan tingkat kelulusan dengan jumlah peserta yang ikut tes PPPK guru tahap I.

Kalau persentase kelulusannya kecil dibandingkan jumlah peserta yang ikut seleksi tahap I menurut Syaiful Huda regulasi ini belum mencerminkan semangat mengafirmasi.

Meminta Kemendikbudristek untuk memperjuangkan apa yang sudah menjadi keputusan Komisi X dan Mendikbudristek Nadiem Makarim pada raker 23 September.
Komisi X berharap KemenPAN-RB dan BKN mendengar betul apa yang menjadi afirmasi guru honorer ini.

Selanjutnya pada seleksi kompetensi PPPK guru tahap II dan III, Komisi X meminta Panselnas melakukan evaluasi menyeluruh ulang agar semangat mengafirmasi guru honorer bisa terlaksana dengan baik.

“Juga semangat memenuhi target satu juta guru honorer menjadi PPPK tidak hanya jadi angin surga,” pungkas Syaiful Huda.

(Sahrul/LintasMedia)

Supported By :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.