Akibat TPT Ambrol Dan Debit Air Yang Besar Jalur Pamoyanan Suryalaya Diterjang Banjir

  • Bagikan

LintasMedia, Pagerageung – Saat terjadi hujan, seharusnya air hujan yang turun dapat diserap oleh tanah.

Selebihnya, air hujan akan mengalir melalui saluran air, seperti selokan, kanal, ataupun sungai. Kemudian, air hujan akan mengalir ke tempat yang lebih rendah dan selanjutnya masuk ke sungai besar untuk sampai ke laut.

Pada saat ini intensitas hujan turun cukup tinggi sehingga membuat aliran sungai sangat deras. Sehingga, berpotensi menyebabkan asupan air hujan yang sangat banyak dan bisa menyebabkan bencana banjir.

Kejadian banjir yang diakibatkan meluapnya air dari selokan yang sudah tidak memadai mengakibatkan Jalur Pamoyanan – Suryalaya tepatnya di Kp.Cikijing RT.004 RW.001 Ds.Sukadana Kec.Pagerageung tertutup oleh aliran air yang cukup deras di badan jalan sehingga mengakibatkan terganggunya aktifitas pengguna jalan. Kejadian luapan ini terjadi pada hari minggu (14/11/2021) sekitar pukul 16:30 WIB

Akibat dari kejadian bencana ini mengakibatkan longsornya beberapa tebing parit (TPT),aliran air yang deras mengakibatkan kerusakan jalan dengan mengelupasnya aspal jalan serta ada tiga rumah warga yang terendam banjir.

Dadang salah seorang tokoh masyarakat setempat mengatakan kepada LintasMedia

“Saluran air banyak yang tertutup oleh material TPT yang ambrol sehingga harus segera diperbaiki,selain itu banyaknya jembatan-jembatan penghubung rumah sehingga apabila hujan besar dan terjadi luapan air,jembatan penghubung tersebut menjadi penghambat bagi aliran air.” Ucap Dadang

Jika tidak ada perbaikan TPT saluran air serta tidak adanya akibatnya saluran-saluran air terhambat dan tidak dapat menampung air yang berlebih. Kemudian, air hujan akan meluap ke jalan dan daratan.

Menurut Dadang akibat ambrolnya dinding TPT karena kondisi dinding penahan tanah tersebut sudah lapuk dan harus segera ada perbaikan atau pembangunan yang baru.

“Ini harus segera di perbaiki,kejadian banjir ini seolah sudah menjadi kejadian rutin setiap musim penghujan,kami memohon kepada para pemangku mohon untuk segera memberikan solusi.” Pungkas Dadang

(Bento/LintasMedia)

Supported by :

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *