Bidang Dalduk KB Kabupaten Tasikmalaya Adakan Giat Orientasi Pelatihan Tekhnis Pelaksanaan Kader Ketahanan Dan Kesejahteraan Keluarga

  • Bagikan

LintasMedia,Kab.Tasikmalaya-Dinas kesehatan dan pengendalian penduduk Kabupaten Tasikmalaya melalui bidang DALDUK KB mengadakan kegiatan orientasi pendidik sebaya bagi pengelola kelompok pusat informasi dan konseling remaja (PIKR) tingkat kabupaten tasikmalaya tahun 2021 yang di hadiri oleh seluruh kelompok (PIKR) yang ada di kab Tsm sebanyak 154 kelompok (PIKR) bertempatan di pendopo baru Kabupaten Tasikmalaya.

Usai acara pada Kamis (18/11/2021) Aep saprudin Kabid DALDUK KB Mengatakan Ini untuk memberikan wawasan pengetahuan kepada generasi berencana, generasi di usia 10-24 tahun bagaimana mereka menyiapkan kehidupan berkeluarga karena memang materi dari pertemuan hari ini salah satunya adalah bagaimana menyiapkan kehidupan berkeluarga bagi remaja.

Program kkbn ini karena memang remaja pasti akan berkehidupan berkeluarga permasalahan permasalahan yang akan di hadapi remaja di antaranya tentang kesehatan reproduksi kemudian tentang permasalahan yang lain yang di hadapi kenakalan remaja itu mungkin bisa di antisipasi melalui kelompok ini sehingga kehidupan berkeluarga ketika menghadapi kehidupan berkeluarga tidak terganggu dengan hal hal tersebut.
Agar tidak menikah di usia yang masih muda yang seharusnya 21-25, kemudian terganggu dengan naskah kemudian juga terganggu dengan yang lainnya yang menggangu mereka berkehidupan berkeluarga nanti.

Aep menambahkan berdasarkan laporan dari lapangan itu masih di atas 20 tahun memang di bawah usia yang ideal tapi kita upayakan kita coba untuk terus bagaimana usia kawin ini di usia yang ideal.

Himbauan hindari permasalahan permasalahan yang akan mengganggu remaja di antaranya adalah Kawin usia yang muda baiknya kawinlah di usia yang ideal 21-25 21 untuk perempuan 25 untuk laki laki kemudian hindari minum minuman keras kemudian hindari kebebasan karena merasa sudah bebas di bebaskan oleh orang tua berpacaran.

“Jadi pada pokoknya adalah kesehatan reproduksi yang harus di jaga oleh remaja sehingga tidak terganggu untuk masa depannya.” Pungkasnya

 

(Dede pepen/LintasMedia)

Editor: Fajar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *