Ratusan Anggota Pemuda Pancasila Turun Ke Jalan Terkait Penelantaran Pemilik Kendaraan Oleh Oknum DC

  • Bagikan

LintasMedia,Kab. Tasikmalaya — Ratusan masa anggota Organisasi Pemuda Pancasila dari berbagai PAC di Kabupaten Tasikmalaya tumpah ruah memenuhi jalanan. Dengan menggunakan puluhan kendaraan roda empat dan puluhan kendaraan roda dua mereka melakukan sweeping terhadap oknum DC yang telah mengambil unit milik salah satu anggota Pemuda Pancasila, pencarian mereka terhadap oknum tersebut dilakukan di sekitaran kabupaten Tasikmalaya dan menyisir daerah kota Tasikmalaya,Selasa (22/11/2021).

Permasalahan ini dipicu adanya pengambilan unit kendaraan jenis minibus Kayla warna silver dengan nopol D 1643 AIH milik Dedi Warmanudin (45) warga Kp. Ciawi Desa Ciawi kecamatan Bojonggambir kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat.

Korban atas nama Dedi yang juga anggota ormas tersebut menuturkan kronologis kejadian pengambilan unit kendaraan roda empat oleh oknum DC tersebut.

“Saat itu saya bersama keluarga sedang menuju ke rumah mertua saya di kampung Lebak siuh,selama di perjalanan saya memperhatikan ada dua mobil yang mengikuti saya terus. Sesampai di rumah mertua kira-kira jam 20.00 wib malam,lalu saya masukan mobil ke dalam garasi. Saat itu kedua mobil yang ngikuti saya lewat di depan garasi.” Ungkap Dedi.

Garasi mobil yang terletak di pinggir jalan terpisah dari rumah,berada di atas berjarak kira-kira 100 meter dari rumah mertua Dedi.
Pada saat Dedi dan keluarga akan beristirahat,sekitar jam 23 malam, tiba-tiba RT setempat datang bertamu ke rumah memberi tahu Dedi bahwa di bawah ada tamu yang ingin bertemu dengan Dedi.

“Saat itu sekitar Jam 23 malam,ada pak RT datang kerumah ngasih kabar,katanya di bawah di garasi ada tamu dari kepolisian lagi nunggu saya,mendengar ada tamu dari kepolisian saya buru-buru turun ke garasi menemui orang-orang tersebut.” Kata Dedi

“Ketika saya ke bawah ternyata sudah ada beberapa warga dan tamu yang tadi di bilang pak RT. Saya bertanya ke mereka tujuan bertamu malam-malam,salah satu dari mereka berkata bahwa mobil yang saya pakai bermasalah dan sudah di limpahkan ke kepolisian,lalu saya bilang ke mereka untuk ke rumah dulu membicarakan ini,tetapi mereka menolak dan tetap meminta mobil.” Jelas Dedi.

“Kalau ini sudah di tangani polisi,saya ingin diselesaikan di Polsek Bojonggambir,dan mereka pun menyetujui untuk di selesaikan di Polsek Bojonggambir. Lalu saya panggil istri dan ke dua anak saya untuk ikut serta,dengan pemikiran bila sudah selesai maka sekalian saya mau langsung pulang ke rumah saya.” Ungkap Dedi.

Mereka bersama-sama berangkat beriringan tiga mobil,Dedi dan keluarga menumpangi mobil yang biasa ia pakai dengan sopir dari pihak mereka. Sesampai di perempatan Culamega Bojonggambir,mobil yang di kemudikan oleh orang tersebut malah berbelok ke arah culamega.

“Ketika mobil belok ke arah culamega,saya dan istri berkata,kenapa belok ke arah culamega bukannya kita mau ke Polsek Bojonggambir. Mereka berkata bahwa sekarang urusannya mau di selesaikan di Tasik,saya protes,tetapi mereka malah berkata bahwa kalau tidak mau ikut silahkan kamu turun disini. Akhirnya saya bersama istri dan kedua anak saya yang berumur 10 tahun dan 3 tahun turun di tempat yang lumayan jauh dari kampung.” Tutur Dedi.

Setelah turun dari kendaraan,Dedi yang merupakan anggota salah satu ormas ini langsung menghubungi anggota lainnya untuk menjemput dia dan keluarganya.

Mengetahui anggotanya mengalami kejadian tidak menyenangkan,Hendra atau biasa disebut bung sasa langsung berkordinasi dengan pihak kepolisian mengenai hal tersebut,karena berdasarkan keterangan dari korban, orang yang mengambil kendaraan tersebut sempat mencatut nama lembaga institusi ini. Setelah mendapatkan keterangan bahwa pihak kepolisian tidak ada kaitannya dengan kejadian ini,Hendra berkordinasi dengan MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Tasikmalaya.

Ke esokan harinya secara spontanitas ratusan anggota Pemuda Pancasila dari berbagai PAC bergabung melakukan aksi sweeping mencari keberadaan unit dan para pelaku pengambil kendaraan roda empat tersebut.

“Saya mendengar dan mengetahui kejadian yang menimpa anggota saya,rasanya saya sakit apalagi kejadian ini terjadi malam hari. Ada dua anak kecil dan seorang wanita yang di turunkan di tengah jalan dalam kondisi sepi waktu tengah malam yang lumayan jauh dari pemukiman,dimana hati dan nurani mereka para oknum yang telah mengambil kendaraan anggota saya. Permasalahan bisa di selesaikan baik-baik,kenapa harus seperti ini dan dilakukan malam-malam.” Tegas Hendra.

Kejadian tadi dengan cepat menyebar di group WA organisasi. Dengan di dorong oleh rasa solidaritas dan rasa kekeluargaan,ratusan anggota ormas PP dari mana-mana turun bergabung melakukan pencarian terhadap oknum yang mengambil kendaraan tersebut.

Melihat kondisi serta untuk menjaga hal-hal yang tidak di inginkan,akhirnya kepolisian turun tangan melakukan pengamanan terhadap kasus ini dan melakukan mediasi antara EF (31) atas nama pemilik kendaraan warga cintawana yang menyuruh orang untuk pengambilan mobil Dedi tersebut dengan diwakili oleh Hendra (37) ketua PAC PP Bojonggambir.

Walau sebelumnya sempat terjadi ketegangan,akhirnya permasalahan ini yang dimediasi oleh pihak kepolisian bisa menemukan titik terang bagi kedua belah pihak. Kedua belah pihak bersepakat bahwa tidak akan memperpanjang permasalahan dan akan diselesaikan secara damai dan kekeluargaan.

Kendaraan yang sempat diambil paksa oleh oknum di garasi akhirnya dikembalikan lagi kepada Dedi dengan sebelumnya kedua belah pihak menandatangani surat pernyataan yang di buat di Polsek Singaparna dan di tandatangani oleh dua orang saksi dari masing-masing pihak.

Setelah mengetahui mobil dikembalikan lagi kepada Dedi melalui Hendra,massa yang sejak dari pagi melakukan aksi,akhirnya sekira jam 23.00 Wib malam,masa membubarkan diri.

(Erlan/LintasMedia)

Editor: Fajar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *