News  

Kembali Garut Di Terjang Banjir Bandang Satu Jembatan Putus Beberapa Rumah Terendam

LintasMedia,Garut — Banjir bandang melanda Kampung Ciloa Desa Sukamukti Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Jawa Barat Sabtu (26/11/2021).

Banjir bandang menerjang kawasan tersebut setelah hujan deras di Garut sejak Sabtu siang. Satu rumah warga dilaporkan hanyut akibat banjir bandang yang terjadi sekitar jam 14.00 WIB siang, di Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan tidak ada korban jiwa akibat bencana banjir bandang tersebut.

Abdul mengatakan, berdasarkan data sementara, salah satu rumah milik warga dilaporkan hanyut terbawa banjir bandang. Selain itu, satu rumah warga lainnya mengalami kerusakan sedang, dan 21 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.

“BPBD Kabupaten Garut melaporkan kondisi terkini banjir yang telah surut pada Sabtu petang, pukul 18.05 WIB. Banjir ini menyisakan material lumpur di pemukiman dan lingkungan desa terdampak,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/11).

Dari total tiga desa tersebut, sebanyak 29 kepala keluarga atau 100 jiwa dilaporkan melakukan pengungsian sementara ke rumah kerabat.

Selain pemukiman, banjir juga merendam aset warga dan fasilitas umum. Adapun fasilitas yang terdampak merupakan 1 unit fasilitas ibadah, 1 unit fasilitas pendidikan, 1 unit fasilitas kesehatan, dan 2 jembatan penghubung terputus.

Sementara aset warga yang terdampak berupa 60 kolam tambak dan lahan perkebunan atau sawah. Salah satu gardu listrik dikabarkan juga terdampak banjir sehingga dilakukan pemadaman listrik.

Abdul mengatakan, saat banjir terjadi, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, turut membantu warga yang terdampak banjir. Tim gabungan tersebut membantu proses evakuasi warga ke tempat yang aman, seperti rumah kerabat sebagai tempat pengungsian sementara.

“Tim gabungan juga bersiaga dalam mengantisipasi dampak susulan banjir,” tuturnya.

Berdasarkan Analisis inaRISK, Abdul menjelaskan, terdapat 30 kecamatan di wilayah Kabupaten Garut dengan potensi bahaya banjir pada kategori sedang hingga tinggi. Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau agar pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu bersiaga terhadap banjir susulan.

Kepala Pelaksana BPBD Garut Garut, Satria Budi membenarkan banjir bandang tersebut terjang sejumlah kawasan di Kecamatan Sukawening.

“Ya benar, di Sukamukti Sukawening, saya saat ini sedang di perjalanan ke sana,” ujarnya saat dihubungi awak media

Selain di Desa Sukamukti banjir bandang itu pun menerjang kawasan Desa Maripari, Kecamatan Sukawening.

Warga Maripari, Ganda mengatakan saat ini ada dua rumah dan mobil desa dilaporkan terbawa banjir.

“Ada dua rumah di Munjul yang terbawa banjir bandang, mobil dinas desa pun ikut terbawa,” ucapnya.

BMKG memprediksi hujan mengguyur Bandung dan sejumlah daerah di Jabar di pekan terakhir November 2021. Pekan lalu, Kota Bandung sempat tidak diguyur hujan beberapa hari.

Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan, saat ini, Monsun Asia yang menguat turut mempengaruhi cuaca di Jawa Barat.

(Hilwan/LintasMedia)

Supported By :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.