News  

Habiskan Anggaran 5 Milyar Pasar Rakyat Terbengkalai | LintasMedia

LintasMedia,Kab. Tasikmalaya – Bangunan pasar rakyat taraju yang sudah berdiri selama kurang lebih 4 tahun, sampai saat ini masih belum bisa di pakai oleh para pedagang khususnya masarakat Taraju.

Pasar itu terbengkalai,tak ada aktivitas ekonomi di sana sehingga bangunan pasar yang cukup megah dan banyak menghabiskan anggaran dalam pembuatannya terkesan terlantar terlihat kumuh dan di beberapa bagian ada yang ruksak akibat cuaca dan di perparah dengan adanya bagian-bagian bangunan yang dijadikan sarang burung dan hewan liar lainnya.

Bangunan yang menghabiskan anggaran 5 milyar tersebut banyak di sayangkan oleh berbagai pihak karena pemanfaatannya tidak di maksimalkan untuk digunakan oleh para pedagang.

 

Pantauan LintasMedia,Minggu (19/6/2022) terlihat masih banyaknya para pedagang yang tidak memanfaatkan bangunan pasar tersebut dan bahkan para berdagang lebih nyaman berjualan di luar bangunan pasar tersebut.

Saat di konfirmasi oleh LintasMedia,salah seorang pedagang berinisial M yang tidak mau disebut namanya mengatakan alasan tidak mau menempati bangunan pasar tersebut.

“Bukannya tidak mau dagang di lokasi pasar,tetapi ukuran lapaknya terlalu kecil sehingga dagangan saya tidak masuk semua, masa saya harus nyewa empat lapak sekaligus, bukannya untung malah saya yang rugi.” Terang M.

Saat dikonfirmasi kepada Kepala Desa Taraju terkait Pasar Rakyat taraju yang terkesan terbengkalai, Andriana Kades Taraju mengatakan

“Seharusnya sebelum pembuatan (pasar tersebut) diadakan musawarah dulu sama para pedagang dan yang lainya sehingga selesainya menjadi terealisasi, dan harapan saya untuk saat ini tolong kepada pihak pengelola untuk perbaikan lapaknya jangan sampai terlalu kecil sehingga bisa dimanfaatkan oleh para pedagang, harapan kami pasar tersebut bisa berjalan secara lancar,kebetulan tempat pasar rakyat tersebut adalh di lokasi desa kami.” Beber Adrian

 

(Rony Gunaevi/LintasMedia)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.