Ekobis  

Ojeg Pangkalan Dan Sopir Angkutan Menolak Tegas Rencana Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

LintasMedia,Tasikmalaya-Dipastikan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akan diberlakukan dalam waktu dekat. Rencana pemerintah menaikan harga BBM ini mulai menuai berbagai tanggapan dari seluruh lapisan masyarakat.

Berdasarkan hasil investigasi lapangan awak LintasMedia di sekitaran wilayah Tasikmalaya Utara. Kebanyakan masyarakat menyayangkan dan menolak kebijakan kenaikan harga BBM tersebut karena dapat berdampak pada kenaikan harga kebutuhan masyarakat dan sektor lainnya.

“Sebaiknya pemerintah harus lebih faham terhadap kondisi perekonomian kami, setelah kemarin kita di dera pandemi yang cukup mengoyak-ngoyak keadaan ekonomi kita, nah sekarang ketika ekonomi mulai menggeliat setelah pandemi covid 19 tiba-tiba ada kenaikan BBM.” ungkap Atus (47) kordinator ojeg pasar Rajapolah saat ditanya tanggapannya mengenai rencana kenaikan harga BBM ini. Rabu, 30/8/2022.

Atus berpendapat bahwa keputusan menaikan harga BBM saat ini kurang tepat di tengah pemulihan ekonomi menjelang pasca pandemi covid-19. Imbas kenaikan harga BBM akan membuat harga pangan terus naik dan melambung tinggi sehingga mengurangi daya beli masyarakat.

“Saya selaku pribadi mewakili temen-temen pengojek dan temen-temen penarik angkot terminal Rajapolah menghimbau kepada pemerintah untuk tidak menaikan harga BBM saat ini. Pemerintah diminta untuk bijaksana dalam mengambil kebijakan. Sebab apabila harga Pertalite dan Solar subsidi naik, maka tarif angkutan pun turut naik. Bagaimana nasib kami apabila tarip naik otomatis sewa pun akan berkurang.” Pungkas Atus.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Tasikmalaya Iskandar membenarkan keluhan-keluhan dari pelaku perusahaan angkutan perihal jelang kenaikan harga BBM ini. Iskandar pun meminta diadakannya penyesuaian tarif angkutan umum dan ojek juga naik jika harga BBM naik.

“Jangan sampai BBM naik tetapi ongkos angkutan tidak naik. Tolong disesuaikan juga. Kita minta ke pihak pemerintah perhatikan juga masyarakat transportasi umum, sebab itu akan membuat kita benar-benar terjepit,” katanya Iskandar Ketua DPC Organda Kabupaten Tasikmalaya Selasa,29/8/2022.

Pada dasarnya ketua DPC Organda Kabupaten Tasikmalaya mendukung wacana pemerintah akan menaikkan harga BBM bersubsidi ini. Akan tetapi hal itu pun harus diimbangi dengan penyesuaian tarif angkutan. Sehingga jangan sampai kenaikan BBM menambah beban pelaku usaha angkutan.

“Jangan sampai ada pergerakan, karena kami tidak keberatan BBM naik, asal ongkos angkutan disesuaikan,” tuturnya.

Harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar dikabarkan naik mulai Kamis, 1 September 2022. Pengumuman kenaikan harga BBM ini dikabarkan akan disampaikan pada hari Rabu (31/8/2022).

(LintasMedia/Nandang)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.