Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2024

Laporan : Iwan Singawinata

LintasMedia,KABUPATEN TASIKMALAYA — Sekretaris Daerah Dr. H. Muhamad Zen, mewakili Bupati Ade Sugianto SIP, yang berhalangan hadir,bacakan sambutan dalam Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2024 yang bertempat diruang Wiradadaha Kantor Balitbangda kabupaten Tasikmalaya, Kamis (16/3/2023)


Musrenbang Merupakan Amanat Dari Undang – Undang No. 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Sppn) Dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang RPJPD Dan RPJMD Serta Tata Cara Perubahan RPJPD,RPJMD Dan RKPD.

Dalam sambutannya,yang dibacakan oleh Sekda M. Zen, bupati mengatakan .

“Forum Ini Memiliki Makna Yang Sangat Strategis Dimana Pada Forum Ini terciptanya Bermusyawarah, Bergotong Royong Pemikiran Dalam Merencanakan Hasil  Pembangunan Daerah Setahun Ke Depan Yang Dapat Dirasakan Langsung Oleh Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya,”terangnya.

“Oleh Karena Itu, Kami Ucapkan Terima Kasih Yang Sebesar-Besarnya Kepada Para Hadirin Dan Undangan Yang Berkenan Hadir Baik Secara Luring (Offline) Maupun Secara Daring (Online) Pada Acara Musrenbang Rkpd Tahun Ini.” Lanjutnya.

Agenda Musrenbang Ini Yaitu Penajaman Sasaran Pembangunan Yang Sudah Tertuang Pada RPJMD. Dalam Upaya Mencapai Sasaran Pembangunan Yang Optimal, Perencanaan Pembangunan Daerah Dilaksanakan Dengan Berbagai Pendekatan Yang Salah Satunya Holistik-Tematik, Yaitu Mempertimbangkan Keseluruhan Unsur, Bagian Atau Kegiatan Pembangunan Sebagai Satu Kesatuan Yang Saling Berkaitan Antara Satu Dengan Lainnya. Oleh Karena Itu, Kita Perlu Melihat Situasi Yang Terjadi Secara Utuh Dan Menyeluruh, Mulai Dari Perspektif Nasional Yang Lebih Luas, Lalu Mengerucut Ke Perspektif Yang Lebih Spesifik Di Provinsi Jawa Barat Dan Kabupaten Tasikmalaya.

Pada Perspektif Nasional Dan Provinsi Jawa Barat, Akan Dihadapkan Dengan Beberapa Isu Yang Harus Diperhatikan Dan Berdampak Langsung Terhadap Perencanaan Pembangunan Daerah Di Kabupaten Tasikmalaya, Diantaranya Yaitu:

1.    Pemilu Dan Pilkada Serentak

Pada Tahun 2024, Akan Dilaksanakan Pemilihan Umum Untuk Memilih Presiden Dan Wakil Presiden, Anggota Dpr, Anggota Dprd Provinsi, Dan  Dprd Kabupaten/Kota Periode 2024-2029 Secara Serentak Pada Tanggal 14 Februari 2024 Serta Pemilihan Umum Kepala Daerah Secara Serentak Pada Bulan November 2024. Untuk Menjamin Kelancaran Dan Kesuksesan Penyelenggaraan Pemilu Dan Pilkada Serentak, Persiapan Harus Dilakukan Dengan Baik Agar Tidak Terjadi Peristiwa Yang Mengganggu Stabilitas Keamanan.

2.    Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2021

Saat Ini Pemerintah Tengah Mengupayakan Pengembangan Kawasan Rebana Dan Jawa Barat Bagian Selatan Sebagai Tindak Lanjut Atas Amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2021 Tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana Dan Kawasan Jawa Barat Bagian Selatan. Berkaitan Dengan Hal Ini, Tentunya Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya Diharuskan Lebih Responsif Dan Bersinergi Dengan Menuntaskan Kriteria Kesiapan Yang Merupakan Kewajiban Daerah Kabupaten Tasikmalaya.

Dalam Upaya Mengantisipasi Dinamika Yang Terjadi Di Lingkup Nasional, Kita Pun Tidak Boleh Lengah Dengan Situasi Di Sekitar Kita, Di Kabupaten Tasikmalaya. Setidaknya Terdapat Beberapa Hal Yang Perlu Kita Perhatikan Bersama, Antara Lain:

1.    Fasilitasi Percepatan Pembentukan DOB Tasikmalaya Selatan

Kabupaten Tasikmalaya Dengan Luasan Wilayah Yang Besar Berkewajiban Untuk Menyelenggarakan Pelayanan Publik Secara Baik Dan Berkeadilan. Maka Dalam Rangka Akselerasi Pembangunan Dan Peningkatan Pelayanan Publik Khususnya Di Wilayah Kabupaten Tasikmalaya Bagian Selatan Dicanangkan Untuk Dibentuk Daerah Otonomi Baru (Dob). Hal Ini Yang Menjadi Komitmen Bagi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya Yang Secara Konsisten Memfasilitasi Pemekaran Daerah Di Wilayah Tasikmalaya Bagian Selatan.

2.    Kemiskinan Ekstrem

Berdasarkan Data Bps Kabupaten Tasikmalaya, Pada Tahun 2022 Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Di Kabupaten Tasikmalaya Masih Terdapat Sebanyak 15,74 Ribu Jiwa, Sehingga Perlu Adanya Komitmen Dan Sinergi Regulasi Antar Pusat Dan Daerah Untuk Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem 0% Pada Tahun 2024 Sesuai Dengan Instruksi Presiden No. 4 Tahun 2022 Tentang Percepatan Pengahapusan Kemiskinan Ekstrem.

3.    Prevalensi Stunting

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, Mengamanatkan Bahwa Angka Stunting Di Tahun 2024 Harus Di Bawah 14%. Sementara Itu, Di Kabupaten Tasikmalaya Tercatat 15.000  Anak Atau 24,4% Dari Jumlah Anak/Bayi Yang Ditimbang Mengalami Stunting Atau Gangguan Pertumbuhan.

Berdasarkan Uraian Kondisi Saat Ini Dan Asumsi Kondisi Tahun 2024, Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya Mengangkat Beberapa Isu Strategis Pembangunan Yang Mendasar Untuk Penyusunan Rkpd Tahun 2024, Antara Lain:

1. Aksesibilitas Dan Keterjangkauan Pelayanan Dasar  Yang Berkualitas;
2. Reformasi Birokrasi Untuk Pemerintahan Yang Baik Dan Efektif Berbasis Teknologi Informasi;
3. Peningkatan Kuantitas Dan Kualitas Layanan Infrastruktur Daerah;
4. Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat;
5. Pemulihan Ekonomi Daerah;
6. Peningkatan Daya Saing Kepariwisataan Dan  Ekonomi Kreatif Berbasis Komunitas;
7. Memperluas Jejaring Kerjasama Dan Investasi  Di Bidang Pertanian Dan Kepariwisataan;
8. Peningkatan Daya Saing Produk Pertanian Di Pasar  Lokal, Nasional, Regional, Dan Global;
9. Penanggulangan Kemiskinan;
10. Penanggulangan Pengangguran;
11. Penurunan Angka Stunting, Aki Dan Akb;
12. Penataan Kawasan Ibu Kota Kabupaten Tasikmalaya; Dan
13. Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.

Dengan Memperhatikan Asumsi, Permasalahan Dan Isu Strategis, Maka Tema Pembangunan Tahun 2024 Yaitu:
“Pembangunan Infrastruktur Dan Kondusivitas Keamanan Dan Ketertiban Masyarakat”

Dikatakan bupati bahwa Isu Atau Permasalahan Yang Terjadi Di Lingkup Nasional Akan Secara Langsung Ataupun Tidak Langsung Mempengaruhi Dinamika Dalam Lingkup Yang Lebih Kecil Di Tingkat Provinsi Maupun Kabupaten/Kota, Termasuk Di Kabupaten Tasikmalaya.

Hal Ini Menuntut Kita Semua Untuk Merencanakan Pembangunan Daerah Secara Integratif Atau Terpadu, Di Samping Holistik-Tematik. Sehingga Program Pembangunan Daerah Yang Kita Laksanakan Tidak Hanya Berdampak Pada Persoalan Di Kabupaten Tasikmalaya, Namun Turut Menjadi Bagian Dalam Usaha Menyelesaikan Persoalan Yang Terjadi Di Lingkup Nasional.

Berlandaskan Pada Harapan Ini, Rancangan Rkpd Tahun 2024 Memuat 10 Prioritas Pembangunan Yang Akan Menjadi Fokus Penyelenggaraan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Yaitu:

1. Peningkatan Pelayanan Pendidikan;
2. Peningkatan Pelayanan Kesehatan Daerah Serta Penurunan Angka Prevalensi Stunting;
3. Pembangunan Infrastruktur Untuk Peningkatan Konektivitas Pusat-Pusat Pertumbuhan Ekonomi;
4. Mitigasi Dan Penanggulangan Bencana;
5. Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem;
6. Peningkatan Infrastruktur Dan Daya Saing Produk Pertanian Dan Perikanan Untuk Menunjang Ketahanan Pangan;
7. Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Pengembangan Sektor Unggulan Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Dan Usaha Mikro;
8. Inovasi Pelayanan Publik;
9. Peningkatan Jumlah Desa Mandiri; Dan
10. Fasilitasi Dukungan Pelaksanaan Pemilu Dan Pilkada.

Sebagaimana Telah Diuraikan, Bahwa Pelaksanaan Musrenbang RKPD Ini Bertujuan Untuk Melakukan Penajaman, Penyelarasan, Klarifikasi Dan Kesepakatan Terhadap Program Kegiatan Prioritas Pembangunan Daerah Yang Telah Dirumuskan Dalam Rancangan RKPD Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2024. Selanjutnya Hasil Musrenbang RKPD Akan Dituangkan Dalam Berita Acara Kesepakatan Dan Ditandatangani Oleh Unsur Yang Mewakili Pemangku Kepentingan Yang Menghadiri Musrenbang RKPD.

“Untuk Itu, Kami Sangat Mengharapkan Dukungan Dan Kerjasama Yang Baik Dari Seluruh Pemangku Kepentingan Sehingga Kita Dapat Melanjutkan Pada Tahapan Penyusunan Berikutnya Yaitu Perumusan Rancangan Akhir Dan Selanjutnya Penetapan Rkpd Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2024.”

“Kami Berharap Kegiatan Musrenbang Ini Dapat Berlangsung Tertib, Lancar Dan Dilandasi Dengan Semangat Bersama Untuk Menghasilkan Dokumen Perencanaan Pembangunan Yang Berkualitas Dan Berkelanjutan Sehingga Dapat Dijadikan Pedoman Bagi Pemerintah Daerah Dalam Merumuskan Kebijakan Pembangunan Yang Tepat Sasaran, Sesuai Kebutuhan Dan Menjawab Permasalahan Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.”

“Demikian Beberapa Hal Yang Dapat Saya Sampaikan. Semoga Seluruh Rangkaian Acara Dapat Berjalan Dengan Lancar Dan Memberikan Manfaat Yang Sebesar-Besarnya Bagi Seluruh Lapisan Masyarakat Di Kabupaten Tasikmalaya, ujar Bupati mengakhiri sambutannya.” Pungkasnya

Salah seorang peserta Musrenbang yang merupakan salah satu tokoh muda Tasik Selatan Yosep Saepul Palah menyampaikan tanggapan nya terkait pelaksanaan Musrenbang kabupaten Tasikmalaya tahun 2024 ini.

“Proses pembangunan di Kabupaten Tasikmalaya ini harus berjenjang dan agar sesuai dengan penjabarannya dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, sehingga bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga harus mengakselerasi betul-betul pemulihan ekonomi di Kabupaten Tasikmalaya ini melalui rencana pembangunan strategis SDM, Infrastruktur, Pangan dan Kesehatan.” Ungkap Yosep

Para peserta undangan yang hadir terdiri dari :

1. Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Tasikmalaya;
2. Pimpinan Dan Anggota Dprd Kabupaten Tasikmalaya;
3. Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat Atau Yang Mewakili;
4. Staf Ahli Bupati Dan Seluruh Kepala Perangkat Daerah;
5. Para Kepala Desa Di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya;
6. Rektor Perguruan Tinggi Negeri Dan Swasta Lingkup Kabupaten Tasikmalaya;
7. Direktur BUMNBDan BUMD Di Kabupaten Tasikmalaya; PM
8. Para Tokoh Dan Sesepuh Kabupaten Tasikmalaya, Tokoh Agama, Pimpinan Organisasi Sosial Politik, Organisasi Kemasyarakatan, Lembaga Swadaya Masyarakat, Insan Pers.
9. KNPI kabupaten Tasikmalaya

Musrembang RKPD kali ini mendapatkan respon kekecewaan dari kalangan insan pers dimana para awak media merasa kecewa ada larangan peliputan yang disampaikan sekeruriti bernama Ade Setiawan yang katanya diperintahkan salah satu panitia, namun ketika dikonfirmasi awak media kepada panitia bernama Miftah dengan tegas tidak ada larangan peliputan, begitu juga Kaban Balitbangda Rudi Sanjaya kata siapa media dilarang meliput, acara ini terbuka untuk umum, katanya.

LintasMedia

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif